interpolasi polinominal p(x)=a
nx
n+a
n-1x
n-1+...+a
1x+a
0 adalah bentuk standar. Tetapi ada juga yang menggunakan bentuk lain . Contohnya , kita mencari interpolasi titik dari data (x
0,y
0),(x
1,y
1),(x
2,y
2),(x
3,y
3).
Jika kita tuliskan P(x)=a
3x
3+a
2x
2+a
1x+a
0
bentuk equivalentnya : p(x)=a
3(x-x
0)
3+p(x)=a
2(x-x
0)
2+p(x)=a
1(x-x
0)+a
0
dari kondisi interpolasi p(x
0)=y
o maka didapatkan a
0=y
o , sehingga dapat kita tuliskan menjadi
p(x)=b
3(x-x
0)(x-x
1)(x-x
2)+b
2(x-x
0)(x-x
1)+b
1(x-x
0)+b
0 inilah yang disebut newton form dari interpolasi , sehingga kita dapatkan :
p(x
0)=b
0
p(x
1)=b
1h
1+b
0
p(x
2)=b
2(h
1+h
2)h
2+b
1(h
1+h
2)+b
0
p(x
3)=b
3(h
1+h
2+h
3)(h
2+h
3)h
3+b
2(h
1+h
2+h
3)(h
2+h
3)+b
1(h
1+h
2+h
3)+b
0
sehingga jika kita tuliskan dalam bentuk matrix:
Operator Refleksi
Berdasarkan operator
T:R2 -> R2 yang memetakan tiap vektor dalam gambaran simetris terhadap sumbu y, dimisalkan
w=
T(
x), maka persamaan yang berhubungan dengan
x dan
w adalah:
x1 = -x = -x + 0y
x2 = y = 0x + y
atau dalam bentuk matrik :

Secara umum, operator pada R
2 dan R
3 yang
memetakan tiap vektor pada gambaran simetrinya terhadap beberapa garis
atau bidang datar dinamakan operator refleksi. Operator ini bersifat
linier.
Operator Proyeksi
Berdasarkan operator
T:R2 -> R2 yang memetakan tiap vektor dalam proyeksi tegak lurus terhadap sumbu x, dimisalkan
w=
T(
x), maka persamaan yang berhubungan dengan
x dan
w adalah:
x1 = x = x + 0y
x2 = 0 = 0x + 0y
atau dalam bentuk matrik :

Persamaan tersebut bersifat linier, maka
T merupakan operator linier dan matrikx
T adalah:

Secara umum, sebuah operator proyeksi pada R
2 dan R
3 merupakan operator yang memetakan tiap vektor dalam proyeksi ortogonal pada sebuah garis atau bidang melalui asalnya.
Operator Rotasi
Sebuah operator yang merotasi tiap vektor dalam R
2 melalui sudut ɵ disebut operator rotasi pada R
2.
Untuk melihat bagaimana asalnya adalah dengan melihat operator rotasi
yang memutar tiap vektor searah jarum jam melalui sudut ɵ positif yang
tetap. Unutk menemukan persamaan hubungan
x dan
w=
T(
x), dimisalkan ɵ adalah sudut dari sumbu x positif ke
x dan
r adalah jarak
x dan
w. Lalu, dari rumus trigonometri dasar x = r cos Θ ; y = r cos Θ dan w
1 = r cos (ɵ + ɸ) ; w
2= r sin (ɵ + ɸ)
Menggunakan identitas trigonometri didapat:
w
1 = r cos ɵ cos ɸ - r sin ɵ sin ɸ
w
2 = r sin ɵ cos ɸ + r cos ɵ sin ɸ
kemudian disubtitusi sehingga:
w
1 = x cos Θ - y sin Θ
w
2 = x sin Θ + y cos Θ
Persamaan di atas merupakan persamaan linier, maka T merupakan
operator linier sehingga bentuk matrik dari persamaan di atas adalah:
Interpolasi Polinomial
Dengan menganggap masalah pada interpolasi polinomial untuk deret
n + 1 di titik (x
0,y
0)...., (x
n,y
n). Maka, kita diminta untuk menemukan kurva
p(x) = am
+ am-1
+ ... + a1x + a0 dari sudut minimum yang melewati setiap dari titik data. Kurva ini harus memenuhi
karena x
i diketahui, ini akan menuju pada sistem matrik di bawah ini


=
Ingat bahwa ini merupakan sistem persegi dimana
n = m. Dengan menganggap
n = m memberikan sistem di bawah ini untuk koefisien interpolasi polinomial
p(x):


=

(1)
Matrix di atas diketahui sebagai
Matrix Vandermonde; kolom j merupakan elemen pangkat j-1. Sistem linier pada (1) disebut menjadi
Sistem Vandermonde.
Contoh soal:
Cari interpolasi polinomial pada data (-1,0),(0,0),(1,0),(2,6) menggunakan Sistem Vandermonde.
Jawab:
Bentuk Sistem Vandermonde(1):


=
Untuk data di atas, kita mempunyai


=
Untuk mendapatkan solusinya, digunakan Gaussian Elimination

Baris ke-2, ke-3, dan ke-4 dikurangi baris pertama

Baris ke-3 dibagi dengan 2, sedangkan baris ke-4 dibagi dengan 3

Baris ke-3 dikurangi baris ke-2

Baris ke-4 dikurangi baris ke-2

Baris ke-4 dibagi dengan 2

Baris ke-4 dikurangi baris ke-3
Didapatkan persamaan linier dari persamaan matrix di atas

Jadi, interpolasinya adalah
'